Tanpa Judul @2009

Dicopy dari blogspotku di tahun 2009, ketika aku masih di Balikpapan mencari sesuap nasi he..he..
Kuingin berteriak sekuatnya, kenapa hidup ini begitu lelah, membuat kita selalu berkata ah…capek, lelah… tapi teriakanku seakan hanya bergema dan membahana diantara tebing-tebing kelelahan itu sendiri, lelah karena sering mengeluh, sering bergumam sendiri tanpa pernah sadar akan arti rasa “BERSYUKUR”. Hari- hari belakangan ini begitu lelah…Lelah yang penyebabnya tak ada yang tahu selain diriku…lelah dalam hal yang positif tentunya..tetapi apakah kelelahan itu yang membuatku menjadi berputus asa, merasa tak bersemangat lagi, semoga tidak kawan…
kelelahan adalah awal dari kesuksesan, mungkin..
kelelahan adalah awal dari kenikmatan hidup, mungkin juga
ataukah kelelahan adalah sebuah pembelajaran buat kita bahwa semuanya harus dengan kerja keras…saya kira itu….
Mungkin kita tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi ke depannya.. semuanya ada yang atur yang Maha Kuasa tentunya, jadi janganlah pernah merasa berputus asa apalagi menyalahkan siapa saja karena semuanya ada pembelajaran di dalamnya.
Belajar dari diri sendiri, belajar dari pengalaman adalah hal yang utama tentunya
semakin jauh kita memandang semakin jauh pula terbuka pintu-pintu pembelajaran di dalamnya.. semakin yakin kita jalani hidup ini apa adanya dan semakin terbuka pulalah pintu-pintu untuk masuk dan meraih semua keindahan, kesuksesan, yang ada di dalam setiap pintu itu…
Tetapi kenapa semakin hari semakin sepi rasanya…bahkan terkadang kesepian itu menghinggapi tak ada permisinya…
Sepi itu tak terkira, serasa tak ada suara, hening, tak ada kata-kata apapun..sunyi senyap…rasanya
kuberdiri sendiri memandang jauh ke sana, seandainya kita bisa bersama lagi, pasti aku tak akan sepi lagi, ada yang mengingatkan, ada yang mencium keningku, dan ada yang memarahiku…
Ramadan sebentar lagi, tak ada lagi yang bisa kunikmati seperti ramadan yang lalu
ada rindu untuk bersama selalu, berbuka bersama, sahur bersama
tapi akan selalu kupegang erat petuahmu “jalani hidup ini dengan apa adanya”
hidup itu ibarat kesederhanaan semakin sederhana kita, maka sebenarnya semakin kaya kita.
Kuberdiri disini
sepi, tak ada menemani
kulihat jauh disana
masih ada senyuman untukku
Semoga ramadan kali ini lebih baik dari ramadan yang lalu
“kurindu makanan berbuka dari orang yang paling kucintai”
semoga selalu tersenyum untukku, dan selalu berdoa untukku
walaupun kita sudah berbeda alam
selalu tersenyum dan berdoa untuknya…
Doaku selalu ada untuk……..
Selamat menyambut datangnya Ramadan…….
bpp…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jaya's Family Tree :
@ Jayasharuddin
@ Zuhra Nurul Ahwa
@ Azzam Hamizan
@ M. Nizam Multazam
@ Maiza Mumtazah Jaya